Home / Berita Umum / Amien Rais Menyeret-Nyeret Muhammadiyah Ke Politik Praktis

Amien Rais Menyeret-Nyeret Muhammadiyah Ke Politik Praktis

Amien Rais Menyeret-Nyeret Muhammadiyah Ke Politik Praktis  – Muhammad Amien Rais sempat diprotes beberapa kelompok berkat coba menarik Muhammadiyah ke ranah politik praktis dengan tdk netral pada Pemilihan presiden 2019. Hampir satu bulan berlalu, trik Amien Rais ini ditiru Ma’ruf Amin dengan vulgar.

Calon wakil presiden nomer urut 01 ini bahkan juga terang-terang minta pada kader Nahdlatul Ulama untuk “habis-habisan” menyuport Jokowi.

“Konsekuensinya PBNU mesti habis-habisan, NU mesti habis-habisan memenangi Pak Jokowi bersama dengan saya. Dapat atau mungkin tidak? Siap atau mungkin tidak? ” kata Ma’ruf dalam sebuah acara di Pondok Pesantren Al Masthuriyah Sukabumi, Cibolang Kaler, Cisaat, Sukabumi, Rabu (19/12) tempo hari.

Sikap Ma’ruf diketawai jubir Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Ferdinand Hutahaean. Menurut orang politik Demokrat ini pengakuan Ma’ruf termasuk lucu.

Ini berkat team Joko Widodo-Ma’ruf Amin awal mulanya protes Amien Rais yg mereka kira tengah mempengaruhi Muhammadiyah.

“Apa yg dijelaskan Kyai Ma’ruf menyeret-nyeret NU ke politik praktis yaitu suatu hal yg tdk mestinya berlangsung, ” kata Ferdinand pada reporter Tirto, Kamis (20/12/2018) .

Ferdinand memandang team Jokowi-Ma’ruf tengah kuatir lantaran hasil beberapa survey membuktikan pengumpulan nada mereka tdk pun naik. Dalam survey Median serta Lingkaran Survey Indonesia Denny JA, kepopuleran Jokowi-Ma’ruf ada di kira-kira 47, 7 % sampai 53, 2 %.

Menurut Ferdinand, ini tandanya team petahana gak sanggup menambah nada serta kian terkejar. Kondisi ini juga yg dianggap Ferdinand membuat Ma’ruf Amin yg sebelumnya memberikan keyakinan NU serta MUI akanlah tetap netral, jadi menjilat ludahnya sendiri serta membuat NU melanggar khittah yg sudah di setujui PBNU pada 1926.

“Makanya Kiai Ma’ruf lantas mesti menjilat ludah sendiri. Mereka [Jokowi-Ma’ruf] ini bakal menghalalkan semua trik untuk menang. Saya sebetulnya kasihan dengan Kiai Haji Ma’ruf Amin minta restu begitu, ” kata Ferdinand.
NU dalam Gejolak Politik Praktis
Periset politik dari Instansi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati memandang lumrah pengakuan Ma’ruf. Ini berkat mulai sejak Abdurrahman Wahid wafat, NU kehilangan kemampuan politik di pemerintahan.

Apabila kedepannya Ma’ruf masuk dalam lingkaran pemerintahan, Wasis memandang NU dapat memakainya supaya dapat mengemukakan masukan mereka.

Akan tetapi, Wasis menyebutkan permohonan itu bukan tiada konsekuensi. NU dia anggap miliki potensi kehilangan keyakinan penduduk berkat dirasa udah gak netral. Walaupun demikian, kapasitas itu dapat diredam apabila NU masih mengontrol ideologinya jadi penjaga kebhinekaan.

“Itu intinya yg sangat terpenting untuk mengontrol dari politik praktis itu,

Berkenaan khittah 1926, Wasis menyebutkan, ketentuan itu gak jamin PBNU tdk masuk dalam politik praktis. “Pengertiannya masihlah abu-abu. ”

Arahan sama dijelaskan Arya Fernandes, periset politik dari CSIS. Arya memandang NU begitu mengharapkan kadernya dapat jadi sisi dari pemerintah.

Dia pun mengedepankan, pengakuan Ma’ruf serta Amien Rais sebetulnya mirip. Kedua-duanya coba masukkan kadernya ke pemerintahan dengan membawa ormas Islam masuk dalam politik praktis.

“Mereka ingin mengerjakan mobilisasi massa NU serta Muhammadiyah,

About admin