Home / Berita Umum / Diduga Data Perolehan Suara Tak Valid, 140 TPS Di Jateng Melakukan Penghitungan Ulang

Diduga Data Perolehan Suara Tak Valid, 140 TPS Di Jateng Melakukan Penghitungan Ulang

Diduga Data Perolehan Suara Tak Valid, 140 TPS Di Jateng Melakukan Penghitungan Ulang – 140 TPS yg ada di daerah Jawa Tengah mengerjakan hitung kembali. Hal semacam itu dilaksanakan lantaran ada isyarat ketidakcocokan pengumpulan nada kala hitung kembali di TPS atau kecamatan.

” Kita kalkulasi kembali di 19 TPS serta ada 121 di tingkat kecamatan. Ada perbedaan pengumpulan nada baik antar parpol atau antar caleg, antar calon presiden/calon wakil presiden atau antar calon DPD, ” kata Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Tengah Anik Sholihatun, Selasa (23/4) .

Ia menyebutkan sejumlah kabupaten/kota yg banyak hitung nada kembali salah satunya di Purbalingga 12 TPS, Wonosobo (11) , Boyolali 11, Kota Pekalongan 10, Kabupaten Semarang 10, Kebumen 9, Klaten 8 dll. Banyaknya TPS yg pengumpulan suaranya dihitung kembali mungkin semakin bertambah.

” Jika perlu ada hitung nada kembali trik yg ditempuh buat menemukannya ketepatan serta validitas data. Dikarenakan, rekapitulasi nada di tingkat kecamatan tetap akan terjadi sepanjang beberapa saat ke depan, ” katanya.

Anik menyampaikan sebelum perhitungan nada kembali ada sejumlah prosedur. Apabila dalam dokumen formulir C-1 (formulir rekap pengumpulan nada) diketemukan data yg perbedaan maka dapat dibuka C Plano. Akan tetapi, apabila C Plano terus belum diketemukan validitas karena itu kebanyakan dilaksanakan hitung nada kembali.

” Walaupun perbedaan itu cuma satu nada karena itu butuh dilaksanakan hitung nada kembali. Satu satu surat nada disaksikan, dihitung serta ditulis dalam rekap pengumpulan nada. Tidak cuman Panwascam, ada juga saksi peserta pemilu yg turut dalam rapat pleno itu, ” jelasnya.

Sejak mulai 19 April lantas, bagian pemilu 2019 rata-rata udah mengerjakan rekapitulasi di tingkat kecamatan. Satu satu pengumpulan nada di TPS dibaca . Bawaslu mengikuti rekap pengumpulan nada itu.

” Kita senantiasa mengawal proses ini, jangan sempat ada perbuatan curang melalui langkah mengedit pengumpulan nada dari tingkat TPS ke PPK. Pengawas Pemilu mengawal serta mengontrol biar jangan sempat berlangsung pergantian atau pergeseran hasil nada, ” tutup Anik Sholihatun.

About admin