Home / Berita Umum / Ditemuka 5 Selongsong Peluru Setelah Penggerebekan Dirumah Pak RT

Ditemuka 5 Selongsong Peluru Setelah Penggerebekan Dirumah Pak RT

Ditemuka 5 Selongsong Peluru Setelah Penggerebekan Dirumah Pak RT – Polisi menggerebek rumah Ketua RT 13, Ipan Gajali, di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang. Ini urutannya.

Keluarga Ipan Gajali barusan tuntas mengadakan acara selamatan, Minggu malam (7/7) lalu waktu 22.30 Wita. Istrinya, Aas Amelia serta anak-anak dan keponakannya masih terbangun.

Sesaat Ipan menentukan istirahat di kamar tidur yg berada pada belakang tempat tinggalnya. Tiga menit berlalu tiba-tiba tidur Ipan yg belum demikian nyenyak terganggu dengan suara berisik dalam tempat tinggalnya. Ia mengira berlangsung kebakaran. Ipan lantas bergegas bangun serta keluar kamar.

Ia terperanjat lantaran di dapur tempat tinggalnya gak jauh dari kamar tidurnya ada sekian banyak pria gak dikenalnya. Pria itu terjebak pertengkaran mulut dengan pria lain yg bersembunyi di kamar mandi.

Terakhir Ipan tahu pria gak diketahui itu merupakan polisi. Dan yg bersembunyi itu yaitu Radaliansyah alias Ancah (35), bukan masyarakat ditempat.

Ancah meninggal dunia dalam penggerebekan yg dilaksanakan polisi dari Unit Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Samarinda. Motoris speed boat itu meregang nyawa lantaran dicecar peluru dari pistol polisi.

Ancar alami cedera di tangan kiri, ketiak kiri serta sisi belakang kepala Ancah. Polisi menyebutkan cedera robek itu gara-gara jatuh serta terbentur. Namun keluarga Ancah meragukannya. Menyakini cedera itu sebagai cedera tembak yg pelurunya sudah diambil.Peluru polisi tembus serta bersarang di pintu rumah Ipan. Ancah tertelungkup gak bernyawa pas di pintu rumah Ipan.

Ipan yg bersihkan kamar mandi di belakang tempat tinggalnya temukan 5 butir pelor besi yg biasa dimanfaatkan senjata replica.

Badan Ancah yg di percayai udah gak bernyawa tiada ceceran darah di TKP setelah itu dibawa keluarganya dibantu dengan masyarakat seputar ke RSUD IA Moeis. Nyawa Ancah gak tertolong.

Ipan ceritakan bagaimana peristiwa yg diketahuinya serta berdasar CCTV di tempat tinggalnya. Ipan menyebutkan sebelumnya Ancah duduk berbarengan Supan, masyarakat ditempat, dalam tempat duduk tepi jalan samping tempat tinggalnya yg biasa disebutkan meja bulat.

“Dari CCTV di muka rumah saya itu tampil beberapa motor yg dikendarai polisi tiba-tiba berhenti. Ancah lalu lari ke di rumah saya ke arah dapur. Disana saya terjaga lantaran menerka ada kebakaran,” kata Ipan.

Ipan cuma memandang serta dengar polisi serta Ancah sama sama berteriak. Namun seruan itu gak jelas didengarnya biarpun dengan tempat dekat.

“Polisi yg memburu ke di rumah saya lalu keluar. Lalu dari samping luar rumah terdengar sekian kali tembakan. Saya konsisten ada dalam rumah berbarengan istri serta beberapa anak,” sebut Ipan.

Salah satu orang putra Ipan yaitu Alfi yg saat itu ada di luar rumah memandang polisi yg sejumlah 5 orang itu balik dikejar Ancah. Infonya Ancah memburu sambil menggenggam pisau.

About penulis77