Home / Berita Umum / Dosen Sebarkan Hoax Di Hukum 6 Tahun Bui

Dosen Sebarkan Hoax Di Hukum 6 Tahun Bui

Dosen Sebarkan Hoax Di Hukum 6 Tahun Bui – Himma Dewiyana Lubis mulai duduk di kursi pesakitan. Dia didakwa sebab sebarkan hoax di account Facebooknya adalah bom Surabaya pengalihan gosip.

” Tindakan terdakwa ditata serta diancam Pidana melanggar Masalah 28 ayat (2) Jo Masalah 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 perihal pergantian atas UU RI No 11 Tahun 2008 perihal ITE, ” dakwa jaksa Tiorida Juliana Hutagaol sama seperti diambil dari situs PN Medan, Kamis (10/1/2019) .

Masalah 28 ayat 2 diatas berbunyi :

Tiap-tiap Orang dengan berniat serta tiada hak sebarkan kabar yang diperuntukkan buat mengundang perasaan kedengkian atau permusuhan individu serta/atau grup warga spesifik berdasar pada atas suku, agama, ras, serta antargolongan (SARA) .

Lantas bagaimana kalau ada orang lakukan tindakan yang ditata di Masalah 28 ayat 2? Masalah 45 ayat 2 mengintimidasi hukuman optimal 6 tahun penjara. Sedetilnya adalah :

Tiap-tiap orang yang dengan berniat serta tiada hak sebarkan kabar yang diperuntukkan buat mengundang perasaan kedengkian atau permusuhan individu serta/atau grup warga spesifik berdasar pada atas suku, agama, ras, serta antargolongan (SARA) sama seperti disebut dalam Masalah 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara sangat lama 6 (enam) tahun serta/atau denda sangat banyak Rp 1 miliar.

Gugatan diatas dijaring ke Himma atas status di Facebook yang memberi komentar masalah bom Surabaya. Tiada empati, dia jadi menuding bom yang mematikan minimal 25 orang itu menjadi pengalihan gosip. Statusnya adalah :

Skenario pengalihan yang prima
#2019GantiPresiden.

Waktu diamankan, Himma semaput. Selesai siuman, dia menangis serta menyesali tindakannya.

” Saya sangatlah menyesal, saya cuma mengkopi status orang yang lain serta sebarkan kembali. Saya salah serta sangatlah menyesal, ” papar Himma dengan menangis waktu diamankan aparat dari Polda Sumut.

Sidang masalah perkataan kedengkian yang di pimpin Majelis Hakim diketuai Riana Pohan dilanjut pada minggu depannya buat mengecek beberapa saksi-saksi.

About admin