Home / Berita Umum / Politik Dua Kaki Di Pertontonkan PD

Politik Dua Kaki Di Pertontonkan PD

Politik Dua Kaki Di Pertontonkan PD – Politik dua kaki dipertontonkan Partai Demokrat saat beberapa kadernya mensupport Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, walau sebenarnya sikap utama parpol (partai politik) itu bersama dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Walau awalannya tuduhan politik dua kaki itu dihalau, selanjutnya Demokrat mengamini walau beda tafsiran.

Ialah Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Demokrat Andi Arief yang menyebutkan ‘dua kaki’ menjadi perintah dari Ketua Umum (Ketum) Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Masalah Demokrat dua kaki menjadi ramai. Perintah Ketua Umum SBY itu jelas memang dua kaki,” tutur Andi melalui Twitter, Selasa (11/9). Andi sudah mengijinkan mencuplik tweet-nya.

“Satu kaki di pileg, satu kaki di pemilihan presiden,” sambung Andi.

PAN, menjadi salah satunya partai politik konsolidasi pengusung Prabowo-Sandiaga, menyadari sikap Demokrat jika memang yang disebut politik dua kaki demikian. Memang dalam Pemilu 2019, penentuan tidak cuma memastikan siapa presiden serta wapres tapi juga anggota legislatif.

“Jika tafsirnya semacam itu, saya duga tidak jadi masalah. Dengan alamiah pasti semasing partai ingin memenangi calon presiden atau cawapresnya dan beberapa calon legislatif yang diusung,” kata Wasekjen PAN Saleh Daulay Partaonan, Rabu (12/9/2018).

Akan tetapi buat Saleh partai politik semestinya tegas jika ada kader-kadernya di lokasi yang ‘membelot’, tidak cocok dengan arahan utama dari pusat. Dia juga minta SBY turun tangan untuk memberi penegasan.

“Yang dikit butuh dipertegas ialah supaya semasing DPW (Dewan Pengurus Lokasi) serta daerah mengangkat serta mensupport calon presiden serta calon wakil presiden yang telah diputuskan DPP (Dewan Pengurus Pusat),” kata Saleh.

“Pasti begitu baik bila Pak SBY menegaskan sikap Partai Demokrat,” paparnya.Dia juga mengkritik ketidaksamaan pilihan support beberapa kader Demokrat yang dipertontonkan ke publik. Hal tersebut menurut dia dapat memunculkan persepsi yang berlainan dari fakta.

“Jangan sampai ketidaksamaan pilihan beberapa DPW itu seakan-akan dibetulkan dengan mempublikasinya dengan luas di media. Berkesan ada sekat komunikasi yang terputus, walau sebenarnya faktanya benar-benar tidak demikian,” kata Saleh.

About admin